Artikel ini saya kutip dari Viva News. Untuk berbagi informasi terkait dengan Pil diet dan Obesitas juga perbandingan dari aspek kesehatan untuk program diet yang aman dan sehat. Bukan maksud untuk membandingkan Produk Pil diet dengan Produk Herbalife. Ini hanya sebagai gambaran bagi masyarakat untuk bisa memilih produk pelangsing yang aman dan tanpa efek samping.

The Food and Drug Administration (FDA) akhirnya menyerah. Untuk pertama kalinya setelah 13 tahun, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat itu menyetujui penggunaan pil antiobesitas: Belviq (lorcaserin).

Obat keluaran Arena Pharmaceutical itu akan dipasarkan mulai tahun depan. “Belviq diciptakan untuk memblokir sinyal ‘lapar’ di otak, sehingga mereka yang mengonsumsi pil ini akan merasa kenyang walau baru makan sedikit,” klaim perusahaan asal Swiss yang memproduksi pil ini.

FDA menyetujui konsumsi obat pil diet ini dengan sejumlah catatan. Hanya untuk orang dewasa dengan obesitas atau memiliki indeks massa tubuh 30. Tidak untuk anak-anak dan wanita hamil atau menyusui dilarang mengonsumsinya.

Mereka dengan indeks massa tubuh minimal 27 masih boleh mengonsumsi obat ini, asal mengalami setidaknya satu masalah kesehatan terkait obesitas, seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, atau kolesterol tinggi.

Penggunaan obat ini juga harus dilakukan secara bertanggung jawab. Selain menyertakan resep dokter, mereka yang mengonsumsi juga wajib mengimbangi dengan diet dan gaya hidup sehat. Peringatan lain: segera hentikan konsumsi obat jika penurunan berat badan tak sampai lima persen dalam 12 minggu.

Pada 2010, FDA sempat menolak peredaran Belviq karena melihat konsumsi obat ini memunculkan risiko tumor pada hewan percobaan. Namun, kekhawatiran itu reda setelah Arena menyampaikan data-data tambahan yang membuktikan risiko tumor pada manusia sangat kecil.

Menjamin tak memicu risiko tumor, FDA menyebut efek samping yang mungkin timbul dari obat ini antara lain depresi, migran, dan berkurangnya kemampuan daya ingat.

Epidemi Obesitas
Laporan Statistik Kesehatan Dunia 2012 yang dipublikasikan WHO menunjukkan peningkatan angka obesitas secara global. Penyumbang angka terbesar adalah Amerika Serikat sebanyak 26 persen, dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara yang hanya tiga persen.

Tingginya angka obesitas di Amerika Serikat tak lepas dari gaya hidup yang semakin buruk. Mulai dari lingkungan pekerjaan yang membatasi kesempatan gerak, kurang olahraga, dan meningkatnya kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji dan minuman manis kemasan.

Bukan sekadar masalah estetika, obesitas menggiring masyarakat ke persoalan kesehatan yang cukup serius. Timbunan lemak berlebih di tubuh itu meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, stroke, bahkan kanker.

Efek obesitas yang begitu serius itulah yang membuat FDA luluh. Bersedia menerima masukan sejumlah lembaga peduli obesitas untuk menyetujui penggunaan pil penurun berat badan demi tujuan kesehatan.

Mereka yang tergolong obesitas memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30. Sedangkan gemuk dibatasi pada skala 25-30, dan tubuh ideal skala 18,5-24,9. Indeks massa tubuh dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi).

Anggaran melonjak
Studi terbaru Universitas Cornell menunjukkan bahwa tingginya angka obesitas di Amerika Serikat telah menyedot 21 persen anggaran perawatan kesehatan di negara tersebut. Dua kali lipat dari perkiraan semula, seperti dikutip Science Daily.

Pria dewasa dengan obesitas menambah beban anggaran kesehatan sebesar US$1.152 per tahun. Sementara wanita dengan obesitas menambah beban anggaran kesehatan sebesat US$3.613 per tahun. Tambahan beban biaya ini biasanya untuk rawat inap dan menebus resep.

Orang dengan indeks massa tubuh 30 ke atas bahkan menyedot anggaran US$3.271 per tahun, enam kali lipat dibanding mereka yang memiliki berat badan normal US$512.

Studi melibatkan 9.852 pria dengan indeks massa tubuh rata-rata 28, dan 13.837 wanita dengan indeks massa tubuh rata-rata 27. Dari semua partisipan yang terlibat, 28 persen di antaranya memiliki indeks massa tubuh 30 ke atas.

“Mulanya kami meremehkan manfaat pencegahan dan pengurangan angka obesitas,” kata penulis studi, John Cawley, seorang profesor analisis kebijakan dan manajemen ekonomi. “Tapi kenyataannya, obesitas meningkatkan biaya pengobatan di hampir semua kondisi medis.”

Hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal Ekonomi Kesehatan edisi Januari 2012 ini merupakan yang pertama menunjukkan efek epidemi obesitas terhadap anggaran negara. Dan, tampaknya menjadi acuan kuat bagi pemerintah untuk mengintervensi penanganan obesitas.

“Obesitas mengancam kesehatan masyarakat dan ini perlu menjadi perhatian serius,” kata Dr Janet Woodcock, Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA, dalam pernyataan tertulis terkait Belviq, dikutip Reuters.(np)

Bila dibandingkan dengan produk herbalife, produk ini sangat aman untuk semua usia. Karena ini buka obat tapi makanan. Anda yang punya bayi baru beberapa bulan pun aman sekali, sebagai pendamping ASI ekslusif. untuk pemesanan produk pelangsing paling aman dan sehat untuk semua usia klik cara pemesanan

Incoming search terms:

  • efek samping obesitas
  • obat pelangsing semua umur
  • pelangsing untuk anak
  • obat pelangsing anak
  • obat pelangsing untuk anak
  • obat pelangsing buat dibawah umur
  • efek samping dari obesitas
  • bahaya produk herbalife ke ginjal
  • obat-obatan pelangsing untuk anak-anak
  • Obat pelangsing umur 13 tahun ke atas
  • Twitter
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Technorati
  • Reddit
  • Yahoo Buzz
  • StumbleUpon